Valentine adalah hari yang umumnya dikenal sebagai hari kasih sayang, di mana banyak orang merayakannya dengan memberikan hadiah, kartu, bunga, dan mengungkapkan cinta kepada orang yang mereka cintai. Namun, ada juga pandangan yang kurang umum bahwa Valentine adalah hari kematian. Bagaimana bisa Valentine, yang dianggap sebagai hari penuh cinta, terkait dengan kematian? Mari kita jelajahi pandangan ini lebih lanjut.
Asal usul pandangan ini terkait dengan asal mula perayaan Valentine’s Day itu sendiri. Beberapa teori mengatakan bahwa perayaan Valentine’s Day sebenarnya berasal dari festival pagan kuno yang dikenal sebagai Lupercalia, yang diadakan pada tanggal 13-15 Februari di Romawi kuno. Festival ini dirayakan untuk menghormati dewa kesuburan dan kesehatan, Lupercus, serta untuk membersihkan dan membersihkan kota dari roh jahat. Namun, festival ini juga melibatkan ritual yang kontroversial, di mana para pendeta muda akan membakar kulit binatang yang telah disembelih, dan menggunakan kulit tersebut untuk memukuli wanita yang hadir dalam upaya untuk meningkatkan kesuburan mereka.
Pandangan bahwa Valentine adalah hari kematian juga bisa merujuk pada kisah asal mula Santo Valentine itu sendiri. Meskipun ada beberapa kisah berbeda yang berkaitan dengan Santo Valentine, salah satu kisah yang paling terkenal adalah tentang seorang pendeta Kristen bernama Santo Valentinus yang hidup pada abad ketiga Masehi. Pada saat itu, Kaisar Romawi melarang pernikahan bagi para prajurit muda karena percaya bahwa mereka akan lebih baik bertempur jika mereka tidak terikat oleh ikatan pernikahan. Namun, Santo Valentinus mengabaikan larangan tersebut dan tetap melangsungkan pernikahan secara rahasia bagi pasangan muda yang ingin menikah. Ketika tindakan itu terbongkar, Santo Valentinus ditangkap dan dijatuhi hukuman mati dengan cara dipenggal pada tanggal 14 Februari.
Pandangan bahwa Valentine adalah hari kematian juga dapat merujuk pada penggunaan simbol-simbol seperti tengkorak atau kerangka dalam beberapa dekorasi Valentine’s Day yang lebih gelap. Meskipun penggunaan simbol-simbol tersebut mungkin kurang umum dalam perayaan Valentine’s Day secara umum, namun beberapa orang mungkin menghubungkannya dengan pandangan bahwa Valentine adalah hari kematian, karena penggunaan simbol-simbol tersebut sering dikaitkan dengan kematian atau dunia bawah.
Namun, penting untuk diingat bahwa pandangan ini adalah pandangan minoritas dan tidak secara umum diterima dalam perayaan Valentine’s Day yang umum. Bagi sebagian besar orang, Valentine’s Day adalah hari yang dianggap sebagai hari kasih sayang, di mana mereka merayakan cinta dan hubungan mereka dengan orang yang mereka cintai. Pada tanggal 14 Februari, banyak orang mengirimkan kartu Valentine, memberikan hadiah atau bunga, dan menghabiskan waktu bersama pasangan mereka untuk merayakan cinta mereka.
Dalam konteks modern, perayaan Valentine’s
Kamis, 03 Agustus 2023
Valentine Adalah Hari Kematian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (141)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (608)